Polaroid Photo

Pictures from Grace :: Faith :: Hope :: Love

Grace :: Faith :: Hope :: Love

But those who wait on the Lord will find new strength. They will soar like eagles. They will run and not grow weary. They will walk and not faint.

Choose a Topic:

Tue
23
Feb '10

Hidup Setelah Mati

butterflyDi batas nadir kematian fisik, perasaan emosional, dan seolah ditinggalkan Tuhan, Ayub menjadi orang yang pesimis dan sinis.  Namun, bahkan di saat-saat yang gelap, kita melihat secercah harapan.  Ayub berkata dalam kesedihannya tentang kematian manusia dan kehidupan kembali.

Kita tentu tahu kebenarannya.  Kita tahu bahwa Yesus telah mengalahkan kematian (Lukas 24:1-9).  Kita tahu bahwa Dia adalah kebangkitan dan hidup (Yohanes 11:25).  Kita tahu bahwa Dia telah berjanji kepada para pengikutNya bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan (1 Korintus 15), melainkan hanyalah suatu transisi dari kehidupan sekarang ke kehidupan yang akan datang.

Bahwa di dalam keadaan hidup yang terburuk sekalipun, mereka  yang percaya kepada Yesus memiliki pengharapan yang luar biasa ini.  Kematian telah dihancurkan oleh Kristus!

Ayub 14:7-22

Tue
16
Feb '10

Seperti Anak-anak

Seperti Anak-anak
Banyak orang dewasa yang memandang iman kepada Tuhan sebagai suatu hal yang memerlukan intelektual dan penalaran tingkat tinggi.  Mungkin karena itulah, di banyak gereja, anak-anak kecil dikirimkan ke ‘gereja junior’ untuk belajar mewarnai atau menonton panggung boneka sementara yang lebih tua tetap berada di ‘gereja senior’ sambil memperbincangkan mengenai ‘masalah doktrin-doktrin yang dalam’
Namun, jikta kita mendengarkan Yesus, Ia menjelaskan iman dengan menggunakan anak-anak sebagai role model.  Injil berurangkali menggambarkan Yesus sebagai Juru Selamat yang sepertinya tertarik kepada anak-anak.  Hal ini mungkin karena mereka tidak terlalu ngotot dalam mencoba untuk mengerti semua misteri.  Atau mungkin karena mereka lebih ingin percaya saja.
Kita haruslah bertumbuh dalam pengertian kita mengenai iman, akan tetapi tidak ada satu pun yang dapat mengalahkan kepemilikan iman yang begitu menerima dan percaya seperti iman anak-anak.

jesus_kids_shimBanyak orang dewasa yang memandang iman kepada Tuhan sebagai suatu hal yang memerlukan kemampuan intelektual dan penalaran tingkat tinggi.  Mungkin karena itulah, di banyak gereja, anak-anak kecil dikirimkan ke ‘gereja junior’ untuk belajar mewarnai atau bahkan menonton panggung boneka sementara yang lebih tua tetap berada di ‘gereja senior’ sambil memperbincangkan mengenai ‘masalah doktrin-doktrin yang dalam’.

Namun, jika kita mendengarkan Yesus, Ia menjelaskan iman dengan menggunakan anak-anak sebagai role model.  Injil berulang kali menggambarkan Yesus sebagai Juru Selamat yang menaruh perhatian kepada anak-anak.  Hal ini mungkin karena mereka tidak terlalu ngotot untuk mengerti semua misteri.  Atau mungkin karena mereka punya rasa lebih untuk percaya saja.

Kita haruslah bertumbuh dalam pengertian kita mengenai iman, akan tetapi tidak ada satu pun yang dapat mengalahkan kepemilikan iman yang begitu menerima dan percaya seperti iman anak-anak.

Markus 10:14

Thu
11
Feb '10

Slow Going

Growing_Palm_Seed_by_MysteryJoeyHari-hari dimana segala sesuatu serba instant, serba wah, serba besar-besaran, kebanyakan orang sepertinya lebih menyukai iman yang menjanjikan pengalaman yang spektakuler.  Perubahan hidup seketika, penyembuhan radikal, mujizat ajaib — kita ingin mendengar hal-hal seperti itu.

Dan kadang-kadang, Tuhan masih memilih untuk melakukan perkara-perkara luar biasa seperti itu.

Namun, coba tengok kembali perumpamaan yang Yesus ajarkan mengenai benih yang ditaburkan.  Di situ Ia menjelaskan suatu proses yang lambat, tidak spektakuler, dan seringkali sulit.  Pelajarannya: janganlah kecewa apabila Anda hanya melihat pertumbuhan yang sedikit demi sedikit dalam hidup Anda.  Baik itu perubahaan yang seketika maupun perubahan yang melewati waktu sekian lama, keduanya tetaplah merupakan suatu mujizat!

Markus 4:26-29

Wed
10
Feb '10

The Great Forgiver

jesus-forgive-sinsBayangkan kalau pada suatu hari Anda sedang berjalan-jalan keliling kota dan mengatakan orang-orang “Dosa-mu sudah diampuni!”  Respon apa yang kira-kira akan Anda dapatkan? Mungkin saja orang-orang akan tersinggung dan berkata “Memangnya kamu siapa? Tuhan? Hanya Dia yang dapat mengatakan hal seperti itu!”  Teman-teman Anda bahkan dapat menganggap Anda sangat sombong atau benar-benar gila, dan mungkin saja mereka benar :)

Namun, tepat hal inilah yang Yesus lakukan di tempat sekitarNya.  Dan di depan muka para penentangNya, Yesus mendemonstrasikan otoritasNya untuk menghapus dosa dengan cara melakukan perkara-perkara dan mujizat yang dasyat!

Jadi pertanyaan pentingnya adalah: Pernahkan Anda membiarkan Yesus mengampuni dosa-dosa Anda?  Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang jiwanya sakit karena dosa (Lukas 19:10)

Markus 2:5

Tue
9
Feb '10

Di Suatu Pantai

Kebanyakan dari kita tidak memikirkan pantai sebagai tempat yang bersifat spriritual.  Orang-orang biasa berpesta di pantai. Mereka minum-minum, berpakaian seadanya, membaca novel picisan, dan hal-hal lain yang barangkali tidaklah bermoral.

jesusNamun, di pantai-lah Yesus menemukan murid-murid pertamaNya.  Mereka sedang menjala ikan, demikian juga dengan Yesus – menjala para pengikutNya.  Sedikit sekali yang diketahui oleh Petrus dan Andreas bahwa pada saat mereka meninggalkan perahu dan jalanya, mereka sedang memasuki suatu petualangan ter-’liar’ di dalam hidup mereka.

Saat mencari kita, Yesus datang ke tempat di mana kita berada.  Jika tempat itu adalah pantai, maka pantai-lah yang Ia datangi.  Tempat dimanapun kita berada, adalah tempat di mana kita dapat bertemu dengan Yesus dan diubahkan selamanya.

Markus 1:16-18

Thu
4
Feb '10

Pemimpin Sejati

Dunia mengatakan kalau pemimpin terbaik itu berperawakan tinggi, berwibawa, ganteng, berkuasa, penuh perhitungan, penuh pemikiran, berpendirian, berpengalaman, berpendidikan, dan bahkan mungkin sedikit mengintimidasi.

Yesus mengatakan bahwa pemimpin terbaik adalah pelayan. Titik.

DivineServant

Pernyataan itu bukan berarti bahwa kualitas yang lain tidaklah penting.  Hampir semua dari kualitas tadi dapat sangat bermanfaat pada waktunya.  Namun, yang menjadi pokok terpenting di sini adalah pelayanan.

Bagaimana dengan Anda?  Apakah Anda bersedia menyingsingkan lengan baju dan bekerja – di belakang layar, apabila perlu?  Apakah tujuan Anda adalah untuk menorehkan nama Anda sendiri, atau untuk melakukan sesuatu yang meninggikan Tuhan dan menolong orang-orang yang membutuhkan?  Para pelayan lebih tertarik kepada hasil daripada pengakuan.

Matius 20:27

Wed
3
Feb '10

Berkat atau Kutuk

moneySepanjang sejarah manusia, harta kekayaan dipandang sebagai tanda bahwa kita diberkati oleh Tuhan (atau tuhan).  Namun, apakah benar bahwa uang dan harta benda selalu merupakan hal yang positif?  TIDAK menurut Yesus.  Ingatlah pada percakapannya dengan seorang muda yang kaya raya.  Harta kekayaan begitu menjerat hatinya sehingga pada saat ia diminta untuk memilih antara hal-hal duniawi dan perkara-perkara sorgawi, ia tidak bersedia untuk menukar kesementaraan dengan kekekalan.

Jika Tuhan mempercayakan keluarga kita dengan harta benda duniawi, waspadalah.  Uang, jika kita tidak berhati-hati, dapat menjadi satu hal terburuk yang pernah terjadi pada hidup dan diri kita. (lihat 1 Tim 6:6-10)

Matius 19:24

Wed
3
Feb '10

Jawaban yang Salah

images2Pernahkah Anda mengalami pengalaman seperti ini? Misalnya di dalam suatu diskusi kelas, Anda mengatakan sesuatu yang membuat guru Anda begitu memuji-muji Anda.  Lalu, tiba-tiba, antara sadar atau tidak, Anda melontarkan komentar lainnya sehingga menyebabkan guru tadi mengkritik Anda dengan begitu pedasnya di depan teman-teman sekelas Anda…

Jika pernah, Anda tidak sendirian.  Petrus pun pernah mengalami hal seperti itu.  Dia mencoba mengidentifikasi Yesus sebagai Mesias.  Namun, tiba-tiba, dia seolah berbalik dan mencoba menahan Yesus untuk pergi kepada salib-Nya.

Petrus telah melakukan kesalahan karena melihat suatu situasi dari perspektif manusia.  Saat kita hidup seperti ini, percayalah bahwa apa yang kita buat seringkali berlawanan dengan rencana dan kehendak Tuhan.  Apa yang paling penting adalah apa yang Tuhan pikirkan, bukan yang kita inginkan.

Matius 16:23