Kebanyakan dari kita tidak memikirkan pantai sebagai tempat yang bersifat spriritual. Orang-orang biasa berpesta di pantai. Mereka minum-minum, berpakaian seadanya, membaca novel picisan, dan hal-hal lain yang barangkali tidaklah bermoral.
Namun, di pantai-lah Yesus menemukan murid-murid pertamaNya. Mereka sedang menjala ikan, demikian juga dengan Yesus – menjala para pengikutNya. Sedikit sekali yang diketahui oleh Petrus dan Andreas bahwa pada saat mereka meninggalkan perahu dan jalanya, mereka sedang memasuki suatu petualangan ter-’liar’ di dalam hidup mereka.
Saat mencari kita, Yesus datang ke tempat di mana kita berada. Jika tempat itu adalah pantai, maka pantai-lah yang Ia datangi. Tempat dimanapun kita berada, adalah tempat di mana kita dapat bertemu dengan Yesus dan diubahkan selamanya.
Markus 1:16-18
Dunia mengatakan kalau pemimpin terbaik itu berperawakan tinggi, berwibawa, ganteng, berkuasa, penuh perhitungan, penuh pemikiran, berpendirian, berpengalaman, berpendidikan, dan bahkan mungkin sedikit mengintimidasi.
Yesus mengatakan bahwa pemimpin terbaik adalah pelayan. Titik.

Pernyataan itu bukan berarti bahwa kualitas yang lain tidaklah penting. Hampir semua dari kualitas tadi dapat sangat bermanfaat pada waktunya. Namun, yang menjadi pokok terpenting di sini adalah pelayanan.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda bersedia menyingsingkan lengan baju dan bekerja – di belakang layar, apabila perlu? Apakah tujuan Anda adalah untuk menorehkan nama Anda sendiri, atau untuk melakukan sesuatu yang meninggikan Tuhan dan menolong orang-orang yang membutuhkan? Para pelayan lebih tertarik kepada hasil daripada pengakuan.
Matius 20:27
Sepanjang sejarah manusia, harta kekayaan dipandang sebagai tanda bahwa kita diberkati oleh Tuhan (atau tuhan). Namun, apakah benar bahwa uang dan harta benda selalu merupakan hal yang positif? TIDAK menurut Yesus. Ingatlah pada percakapannya dengan seorang muda yang kaya raya. Harta kekayaan begitu menjerat hatinya sehingga pada saat ia diminta untuk memilih antara hal-hal duniawi dan perkara-perkara sorgawi, ia tidak bersedia untuk menukar kesementaraan dengan kekekalan.
Jika Tuhan mempercayakan keluarga kita dengan harta benda duniawi, waspadalah. Uang, jika kita tidak berhati-hati, dapat menjadi satu hal terburuk yang pernah terjadi pada hidup dan diri kita. (lihat 1 Tim 6:6-10)
Matius 19:24
Pernahkah Anda mengalami pengalaman seperti ini? Misalnya di dalam suatu diskusi kelas, Anda mengatakan sesuatu yang membuat guru Anda begitu memuji-muji Anda. Lalu, tiba-tiba, antara sadar atau tidak, Anda melontarkan komentar lainnya sehingga menyebabkan guru tadi mengkritik Anda dengan begitu pedasnya di depan teman-teman sekelas Anda…
Jika pernah, Anda tidak sendirian. Petrus pun pernah mengalami hal seperti itu. Dia mencoba mengidentifikasi Yesus sebagai Mesias. Namun, tiba-tiba, dia seolah berbalik dan mencoba menahan Yesus untuk pergi kepada salib-Nya.
Petrus telah melakukan kesalahan karena melihat suatu situasi dari perspektif manusia. Saat kita hidup seperti ini, percayalah bahwa apa yang kita buat seringkali berlawanan dengan rencana dan kehendak Tuhan. Apa yang paling penting adalah apa yang Tuhan pikirkan, bukan yang kita inginkan.
Matius 16:23