Part of Niko's adventure in Jesus Bible
Seperti Anak-anak
Banyak orang dewasa yang memandang iman kepada Tuhan sebagai suatu hal yang memerlukan intelektual dan penalaran tingkat tinggi. Mungkin karena itulah, di banyak gereja, anak-anak kecil dikirimkan ke ‘gereja junior’ untuk belajar mewarnai atau menonton panggung boneka sementara yang lebih tua tetap berada di ‘gereja senior’ sambil memperbincangkan mengenai ‘masalah doktrin-doktrin yang dalam’
Namun, jikta kita mendengarkan Yesus, Ia menjelaskan iman dengan menggunakan anak-anak sebagai role model. Injil berurangkali menggambarkan Yesus sebagai Juru Selamat yang sepertinya tertarik kepada anak-anak. Hal ini mungkin karena mereka tidak terlalu ngotot dalam mencoba untuk mengerti semua misteri. Atau mungkin karena mereka lebih ingin percaya saja.
Kita haruslah bertumbuh dalam pengertian kita mengenai iman, akan tetapi tidak ada satu pun yang dapat mengalahkan kepemilikan iman yang begitu menerima dan percaya seperti iman anak-anak.
Banyak orang dewasa yang memandang iman kepada Tuhan sebagai suatu hal yang memerlukan kemampuan intelektual dan penalaran tingkat tinggi. Mungkin karena itulah, di banyak gereja, anak-anak kecil dikirimkan ke ‘gereja junior’ untuk belajar mewarnai atau bahkan menonton panggung boneka sementara yang lebih tua tetap berada di ‘gereja senior’ sambil memperbincangkan mengenai ‘masalah doktrin-doktrin yang dalam’.
Namun, jika kita mendengarkan Yesus, Ia menjelaskan iman dengan menggunakan anak-anak sebagai role model. Injil berulang kali menggambarkan Yesus sebagai Juru Selamat yang menaruh perhatian kepada anak-anak. Hal ini mungkin karena mereka tidak terlalu ngotot untuk mengerti semua misteri. Atau mungkin karena mereka punya rasa lebih untuk percaya saja.
Kita haruslah bertumbuh dalam pengertian kita mengenai iman, akan tetapi tidak ada satu pun yang dapat mengalahkan kepemilikan iman yang begitu menerima dan percaya seperti iman anak-anak.
Markus 10:14
Start discussion »